Dosen dan Staf ITN Malang Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Wakil Rektor I ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST MT
mendapatkan vaksin AstraZeneca batch CTMAV546 pada vaksinasi tahap
pertama, Selasa (25/05/2021). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID
– Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang telah melakukan vaksinasi
Covid-19 terhadap dosen dan staf. Vaksinasi tahap pertama ini dilakukan
dua hari, Selasa dan Kamis (25 dan 27 Mei 2021) di UMM Medical Center,
Sumbersari, Kota Malang.

Vaksinasi Covid-19 memang sudah ditunggu oleh sivitas akademika
Kampus Biru sejak awal digulirkan oleh pemerintah. Ini terbukti dengan
antusiasnya dosen dan staf mulai dari proses pendaftaran di bulan Maret
2021 yang lalu hingga hari vaksinasi. Bahkan pimpinan institusi di hari
pertama ikut mengawal, sekaligus melakukan vaksinasi bersama dosen dan
staf.

Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning Irawati A.Md berpesan kepada sivitas akademika ITN Malang penerima vaksin tetap harus menjaga 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Foto: Yanuar/humas)

Kepala
Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning Irawati A.Md berpesan
kepada sivitas akademika ITN Malang penerima vaksin tetap harus menjaga
3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Foto:
Yanuar/humas)

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST
MT menjelaskan, vaksinasi merupakan upaya meminimalisasi penyebaran
Covid-19. “Saya salut, dosen dan staf ITN antusias datang dan antri
untuk mendapatkan vaksin. Mereka juga  terlihat tetap mematuhi protokol
kesehatan. Tidak perlu takut ya, saya hari ini juga sudah divaksin.
Prosesnya cepat, tidak sakit,” ujar Yudi saat ditemui usai vaksinasi,
Selasa (25/05/2021).

Dengan divaksinya sivitas akademika ITN Malang, maka Yudi optimis
bulan September semua siap menyongsong penerimaan mahasiswa baru. “Bulan
Agustus jadwal vaksin kedua. Sehingga September mendatang, jika
diizinkan oleh pemerintah harapannya perkuliahan sudah offline. Kalau
belum diizinkan, atau masih ada yang keberatan (offline), maka kami akan
menjalankan hybrid learning (pembelajaran campuran),” jelas Yudi.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning
Irawati A.Md mengatakan, ITN Malang mengajukan vaksin untuk sivitas
akademika kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Sebanyak 260
dosen dan staf yang terdata lewat institusi akan menerima vaksin jenis
AstraZeneca dengan nomor batch (kumpulan produksi) CTMAV546.

“ITN dapat vaksin AstraZeneca CTMAV546. Kemarin saya sudah
berkonsultasi dengan dokter mengenai kode AstraZeneca 546. Vaksin kode
ini aman digunakan, sehingga dosen dan staf ITN tidak perlu ragu. Ini
(vaksinasi) adalah program pemerintah, semua harus dapat vaksin untuk
melindungi diri dari Covid-19,” tegas Nuning yang ditemui di hari kedua
pemberian vaksin, Kamis (27/05/2021).

Menurut Nuning, jumlah yang ikut vaksinasi tersebut memang tidak
semua dari jumlah dosen dan staf. Pasalnya, sebagian sivitas akademika
ITN Malang sudah mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum jadwal
vaksinasi institusi. Mereka mendapat vaksin dari tempat pasangannya
bekerja. Ada juga sebab lain seperti, kondisi punya penyakit bawaan dan
masih adanya ketakutan dengan vaksin jenis AstraZeneca.

“Kami tidak bisa memaksa bagi yang masih takut dengan vaksin
AstraZeneca. Padahal kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah jenis
AstraZeneca kode 547, dan itu sudah ditarik oleh pemerintah. Namun
kebanyakan yang tidak ikut vaksinasi lewat institusi, karena sudah
mendapatkan terlebih dahulu di tempat lain,” katanya.

ITN Malang akan menerima dua tahap vaksin. Tahap pertama pada bulan
Mei dan tahap kedua pada Agustus 2021 mendatang. Bagi peserta yang akan
menerima vaksin, maka prosedurnya adalah datang, mengisi biodata,
melakukan pendaftaran, kemudian masuk ke ruang screening. Setelah
dinyatakan aman menerima vaksinasi, maka peserta masuk ke ruang
vaksinasi. Selesai vaksinasi peserta akan mendapatkan obat sebagai
antisipasi timbulnya gejala akibat vaksinasi. Peserta juga akan mendapat
sertifikat telah divaksin Covid-19 melalui SMS. Dan, juga mendapat sms
berisi jadwal untuk vaksin tahap dua.

Dikatakan Nuning, menurut pengalaman penerima vaksin AstraZeneca akan
mengalami efek samping seperti, rasa ngantuk, lapar, demam, atau
pusing. Tiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda, bahkan ada yang
tidak mengalami efek samping.

“Setelah mendapat vaksin ini kami berharap dosen dan staf ITN Malang
semakin sehat. Namun tetap tidak boleh lenggah. Meski sudah mendapat
vaksin harus tetap menjaga 3M, memakai masker, mencuci tangan dan
menjaga jarak. Semoga dengan begitu proses belajar mengajar meski masih
daring tetap terlaksana dengan baik,” pungkas Nuning. (Mita
Erminasari/Humas ITN Malang) Bitcoin Profit Kokemusika