Malang, Rabu (20/5/2026) — Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan ecoprint pada media gelas dan tumbler di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang, Rabu (20/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan keterampilan kreatif berbasis teknologi ramah lingkungan.
Pelatihan ini diikuti oleh warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang dengan antusiasme tinggi. Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Kimia ITN Malang memberikan materi mengenai konsep dasar ecoprint sebagai teknik dekorasi ramah lingkungan yang memanfaatkan motif alami dari dedaunan pada berbagai media, termasuk gelas dan tumbler.
Dwi Ana Anggorowati, ST., MT., dosen Teknik Kimia ITN Malang yang bertindak sebagai pelatih, membeberkan rahasia di balik proses pembuatan ecoprint unik ini. Pada pelatihan perdana tersebut, mereka memanfaatkan daun jati muda yang kandungan taninnya lebih tinggi dari pada daun jati tua dan bisa menghasilkan rona warna oranye cerah yang khas. Ketelitian adalah kunci utama, terutama dalam pemilihan bahan baku media keramik. Tidak semua mug bisa digunakan, melainkan harus yang memiliki lapisan coating khusus agar pigmen warna bisa menempel.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan ecoprint pada media mug dan tumbler. Langkah awal dimulai dengan menempelkan daun pada permukaan mug dan tumbler yang telah dibersihkan sebelumnya. Setelah daun tersusun sesuai motif yang diinginkan, media kemudian dibungkus menggunakan kain yang telah direndam dalam larutan mordant, yakni campuran 200 ml air dan satu sendok makan cuka sebagai pengikat warna. Kain tersebut berfungsi menekan daun agar menempel sempurna pada permukaan media sehingga pigmen alami dapat berpindah secara merata.
Tahap berikutnya adalah proses penguncian warna. Mug dan tumbler dibungkus rapat menggunakan lakban serta plastik untuk mencegah air kukusan masuk, yang dapat menyebabkan warna menjadi pudar. Selanjutnya, media dikukus selama kurang lebih 1,5 jam agar pigmen alami dari daun dapat terserap optimal pada permukaan.
Setelah proses pengukusan selesai, dilakukan tahap akhir berupa aging atau penuaan dengan cara mendinginkan hasil ecoprint secara alami. Proses ini bertujuan agar warna dan motif ecoprint menjadi lebih kuat, cerah, serta tidak mudah luntur saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Hasil akhir menunjukkan motif alami yang unik pada setiap media, mencerminkan karakter khas dari masing-masing daun yang digunakan.
Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Ir. Rini Kartika Dewi, ST., MT., IPM. menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru yang bernilai ekonomis sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.
“Melalui pelatihan ecoprint ini, kami berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, penggunaan bahan alami juga menjadi bentuk edukasi mengenai penerapan teknologi hijau yang sejalan dengan bidang keilmuan Teknik Kimia,” ujarnya.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi Prodi Teknik Kimia ITN Malang dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyusunan daun, pembungkusan dengan kain mordant, proses pengukusan, hingga tahap pendinginan. Hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kerajinan bernilai jual.

Melalui kegiatan ini, Prodi Teknik Kimia ITN Malang berharap dapat terus menjalin sinergi dengan berbagai lembaga dalam menghadirkan program-program pengabdian masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat.



