MALANG – Prestasi akademik dan inovasi penelitian menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam perjalanan pendidikan Eka Maretyaningsih Agung Purwanti, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73, Eka juga mengembangkan penelitian baterai air garam yang menjadi dasar inovasi lentera berbasis energi alternatif.
Perjalanan Eka menunjukkan bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan gagasan, dan mengeksplorasi solusi atas persoalan di masyarakat. Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ia menjalani proses pendidikan dengan tekun hingga berhasil menorehkan prestasi sekaligus memperoleh kesempatan berkarier sebelum wisuda.
Eka diterima sebagai Assistant Project Quantitative Risk Assessment (QRA) di Synergy Risk Management Consultant, perusahaan konsultan rekayasa yang berlokasi di Balikpapan. Pencapaian tersebut melengkapi perjalanan akademiknya yang diisi dengan kegiatan penelitian, aktivitas organisasi, dan pengembangan kompetensi di bidang teknik kimia.
Mengembangkan Inovasi Lentera Berbasis Air Garam
Ketertarikan terhadap kebutuhan penerangan yang ekonomis, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir, menjadi salah satu latar belakang pengembangan inovasi lentera air garam yang dikerjakan Eka melalui penelitian tugas akhir.
Penelitian tersebut berjudul “Pengaruh Variasi Elektroda Karbon terhadap Kinerja Baterai Air Garam Berbasis Elektroda Magnesium-Karbon”. Melalui penelitian ini, Eka mempelajari pemanfaatan larutan natrium klorida (NaCl) dengan konsentrasi 3,5 persen dalam sistem baterai air garam serta menguji variasi elektroda karbon untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja baterai.
Penelitian tersebut berangkat dari gagasan untuk mengeksplorasi sumber energi listrik alternatif yang berpotensi dimanfaatkan dalam perangkat penerangan sederhana. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana ilmu teknik kimia dapat digunakan untuk mempelajari karakteristik material, proses elektrokimia, dan kemungkinan penerapannya dalam pengembangan teknologi.
Bagi mahasiswa, penelitian semacam ini menjadi kesempatan untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam proses eksperimental. Mulai dari merumuskan masalah, menentukan variabel penelitian, melakukan pengujian, hingga menganalisis hasil, setiap tahapan menuntut ketelitian dan kemampuan berpikir ilmiah.
Inovasi lentera air garam tersebut juga memperlihatkan bahwa gagasan penelitian dapat berawal dari kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari. Melalui proses akademik yang terstruktur, persoalan di sekitar masyarakat dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi alternatif solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Penelitian yang Didukung Kolaborasi Lintas Disiplin
Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Eka mendapatkan bimbingan dari Dr. Ir. Jimmy, S.T., M.T., M.M. dan F. Endah Kusumaratini, S.Si., M.Kes. Penelitian ini juga memperoleh dukungan bimbingan teknis bidang elektro dari Dr. Michael Ardita, S.T., M.T.
Pengembangan penelitian tersebut melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, khususnya bidang Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Kolaborasi ini penting karena pengembangan teknologi tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai bahan dan reaksi kimia, tetapi juga mempertimbangkan aspek teknis yang berkaitan dengan sistem dan perangkat yang dikembangkan.
Melalui pendampingan dosen dan kerja sama lintas bidang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas perspektif, memperdalam pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan penelitian. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami bahwa inovasi memerlukan proses pengujian dan evaluasi yang sistematis.
Konsisten Mengembangkan Kemampuan Akademik dan Riset
Minat Eka terhadap penelitian telah terlihat sebelum pengerjaan tugas akhir. Pada 2023, ia memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) melalui penelitian pemanfaatan ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai biokatalis dalam pembuatan biodiesel.
Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi Eka untuk mengembangkan keterampilan dalam menyusun gagasan penelitian, memahami proses eksperimen, dan mempelajari penerapan ilmu pengetahuan dalam pengolahan bahan.
Selain aktif dalam kegiatan penelitian, Eka juga terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) dan menjalankan peran sebagai asisten Laboratorium Mikrobiologi. Aktivitas tersebut memperkaya pengalaman belajarnya di luar ruang kelas sekaligus memberikan kesempatan untuk mengembangkan tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
Berbagai pengalaman akademik itu menjadi bagian dari perjalanan Eka dalam membangun kompetensi secara bertahap. Pengetahuan yang diperoleh melalui perkuliahan, pengalaman laboratorium, keterlibatan organisasi, dan kegiatan penelitian saling melengkapi dalam mempersiapkannya menghadapi tantangan setelah lulus.
Meraih Predikat Lulusan Terbaik dengan IPK 3,73
Di tengah berbagai aktivitas akademik dan penelitian, Eka berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK 3,73 dan meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Teknik Kimia S-1, FTI, ITN Malang pada Wisuda ke 76 Periode II Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikannya sebagai penerima KIP Kuliah. Selama menempuh studi, Eka tinggal bersama kerabatnya di kawasan Sawojajar, Malang, sembari menjalani berbagai kegiatan perkuliahan dan pengembangan diri.
Prestasi akademik yang diraihnya memperlihatkan pentingnya ketekunan dalam belajar serta kemampuan memanfaatkan kesempatan pendidikan. Namun, perjalanan Eka juga menunjukkan bahwa pengalaman mahasiswa tidak hanya dibentuk oleh nilai akademik, melainkan turut diperkaya oleh kesempatan untuk melakukan penelitian, berorganisasi, dan mengembangkan keterampilan praktis.
Melalui proses tersebut, pendidikan tinggi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun fondasi pengetahuan sekaligus mengembangkan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.
Kompetensi Teknik Menjadi Bekal Memasuki Dunia Kerja
Sebelum mengikuti wisuda yang dijadwalkan pada 19 September 2026, Eka telah memperoleh kesempatan berkarier sebagai Assistant Project Quantitative Risk Assessment (QRA) di Synergy Risk Management Consultant, Balikpapan.
Dalam proses seleksi, ia menjalani wawancara daring yang mencakup pemahaman mengenai process flow diagram serta kemampuan membaca Piping and Instrumentation Diagram (P&ID). Kedua aspek tersebut berkaitan dengan pemahaman alur proses, peralatan, perpipaan, dan instrumentasi dalam sistem industri.
Pengalaman seleksi ini memperlihatkan relevansi kompetensi keteknikan yang dipelajari selama perkuliahan dengan kebutuhan pekerjaan di bidang konsultasi rekayasa dan penilaian risiko kuantitatif.
Kesempatan berkarier sebelum wisuda menjadi tahapan baru dalam perjalanan Eka. Penguasaan dasar-dasar teknik, pengalaman penelitian, dan keterlibatan dalam kegiatan akademik menjadi bagian dari bekal yang dapat mendukung proses adaptasinya di lingkungan profesional.
Inspirasi bagi Mahasiswa untuk Berprestasi dan Berinovasi
Perjalanan Eka Maretyaningsih Agung Purwanti memperlihatkan keterkaitan antara prestasi akademik, penelitian terapan, dan pengembangan kompetensi profesional. Predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,73 menjadi pencapaian akademik yang membanggakan, sementara penelitian baterai air garam menunjukkan upayanya mengeksplorasi penerapan ilmu teknik kimia dalam pengembangan teknologi alternatif.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa penelitian mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang kreatif dan kritis. Melalui penelitian, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman teoritis, tetapi juga belajar merumuskan persoalan, menguji gagasan, dan mengevaluasi hasil berdasarkan pendekatan ilmiah.
Pengalaman Eka diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan, aktif mengembangkan kemampuan, serta berani mengeksplorasi ide yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.
Keberhasilan dalam pendidikan tinggi bukan semata-mata tentang mencapai kelulusan dengan nilai terbaik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses untuk membangun pengetahuan, menumbuhkan kreativitas, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu memberikan kontribusi melalui bidang keilmuan masing-masing.
Melalui perpaduan prestasi akademik dan semangat penelitian, Eka menunjukkan bahwa ruang kuliah, laboratorium, dan kegiatan pengembangan diri dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan yang lebih luas.
Kisah Eka menjadi inspirasi bahwa ketekunan dalam belajar dapat berjalan beriringan dengan keberanian berinovasi. Dari penelitian di bangku kuliah hingga kesempatan memasuki dunia profesional, setiap proses menjadi bekal untuk terus bertumbuh, berkarya, dan mengembangkan ilmu pengetahuan agar memiliki manfaat bagi masyarakat.



