Outbound: Mulai Ice Breaking Hingga Petak Ranjau Eratkan Keluarga Besar ITN Malang
Alunnata, trainer outbound pelatihan kepemimpinan ITN Malang memandu jalannya game kompetisi antar kelompok, di lapangan UTC, Trawas, Mojokerto, Sabtu (18/5/2022). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Lapangan Ubaya Training Center (UTC),
Trawas, Mojokerto menjadi saksi kekompakan 70 pejabat struktural
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Mereka mengikuti outbound sebagai rangkaian penutupan kegiatan Restoration Leadership: Leading Through Commitments, Sabtu (18/5/2022).
Para peserta terlihat antusias, gembira, dan menikmati keseruan permainan yang dipandu oleh Alunnata, trainer outbound. Mulai dari ice breaking dengan beberapa permainan seperti, mana dimana, kumpul-kumpul, opposite (permainan meloncat bersama), dan lain-lain. Peserta dibuat grup tim / kelompok-kelompok melakukan permainan ice breaking untuk memecah suasana atau mencairkan suasana.
“Dari tiap permainan dikompetisikan dan diberi nilai. Setelah kompetisi, ada game terakhir bernama limbah beracun, dan petak ranjau,” ujar Alunnata.
Menurut Alunnata, mengambil makna dari
permainan “mana dimana”, peserta dalam tim secara tidak langsung akan
membuka diri menerima keberadaan anggota tim yang lain karena kebutuhan.
Ketika kompetisi dimulai, akan ada persaingan di luar serta di dalam
tim. Begitu pula dalam kehidupan, serta dunia kerja akan ada
persaingan. Tapi, makna terakhir dari semua permainan adalah fokuskan
pada keluarga besar.
“Bagaimana akan ada tim besar, kalau kita
hanya menganggap kanan kiri (rekan kerja) hanya sekedar teman. Kurang
erat ikatannya. Maka, selayaknya kita menganggap semua tim adalah
keluarga besar. Ini akan lebih enjoy, lebih erat ikatannya, bukan pura-pura,” tandasnya.

peserta outbound ITN Malang mengikuti game petak ranjau untuk membangun
kepercayaan kepada tim. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Meski lelah, namun kegembiraan dan rasa
puas terlihat dari wajah-wajah peserta. Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN
Malang, Mohammad Istnaeny Hudha, ST., MT., dalam testimoninya
menyampaikan banyak yang bisa dipelajari dari kegiatan kali ini.
Memahami seputar leadership, belajar membangun kepercayaan
terhadap kolega. Dengan permainan yang mengajarkan bagaimana seorang
pemimpin harus bisa mengendalikan sebuah organisasi.
“Kerjasama dan membangun kepercayaan
terhadap teman terhadap bawahan itu penting. Saya berharap acara semacam
ini bisa dipertahankan, dan diadakan secara rutin. Saya setuju tempat
diadakannya jauh dari kampus (rumah) agar tidak ada yang ijin pulang.
Ini menjadi kebiasaan bagus, dan terimakasih atas kekompakan kita
semua,” soraknya.
Sementara itu, Sekprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Adkha Yulianandha Mabrur, ST., MT., merasa termotivasi setelah mengikuti dua hari pelatihan. Menurutnya rangkaian acara leadership penuh motivasi, ditambah lagi dengan kegiatan outbound.
”Saya mengambil banyak pelajaran dari
kegiatan ini. Membangun kepercayaan kepada teman. Dengan informasi yang
diberikan oleh teman entah benar, atau salah tetap kami melaksanakan.
Maka, sebagai leader kita harus memberikan informasi kepada
orang lain secara benar. Dan informasi (perintah) apapun dari atas harus
kita laksanakan. Seperti permainan petak ranjau. Disitu menunjukkan
kepercayaan sangat dipegang teguh. Seperti itulah kepercayaan terhadap
pemimpin. Semoga kita sebagai leader bisa menjadi contoh dengan memberikan informasi yang benar sebelum di share kepada rekan kerja,” katanya.
Tidak ketinggalan dari ucapan suka cita
datang dari Titik Rembati, salah satu pejabat di Bidang Keuangan ITN
Malang. Menurutinya refresing bersama akan membuat jalinan persaudaraan
antar karyawan semakin erat. “Semoga dengan kebersamaan ini bisa
mempengaruhi kinerja kami ketika kembali ke kampus nantinya,” ujar
Titik. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang) Leztruvin



