Ikut TOT Center of Excellence MBKM, Prodi Teknik Kimia Siap jadi Trainer

Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang Mohammad Istnaeny Hudha, ST
MT (kiri) dan Dr Nanik Astuti Rahman, ST MT saat rehat kegiatan TOT
Center of Excellence Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Bali pada akhir
Maret 2021 yang lalu. (Foto: Istimewa)

Malang, ITN.AC.ID
– Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
mengikuti Training Of Trainer (TOT) Center of Excellence Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM). Pelatihan periode ke 2 yang di helat di Bali
pada akhir Maret 2021 yang lalu diikuti oleh 30 delegasi dari seluruh
Indonesia.

Kaprodi Teknik Kimia S-1 Mohammad Istnaeny Hudha, ST MT menyatakan,
pelatihan TOT Center of Excellence MBKM diperuntukkan bagi program studi
di lingkungan Kemendikbud Dikti yang memperoleh hibah MBKM kerjasama
kurikulum. Sehingga diharapkan prodi peserta TOT bisa menjadi
percontohan bagi prodi-prodi yang lain.

“Dengan mengikuti TOT ini kami pun diwajibkan untuk sosialisasi mengenai MBKM di dalam dan luar kampus. Bahkan kami sebelumnya juga sudah melakukan kerjasama dan sosialisasi (dengan perguruan tinggi lain). Prodi Teknik Kimia siap menjadi trainer (MBKM),” kata Istnaeny saat ditemui di Kampus I ITN Malang beberapa waktu lalu.

Prodi Teknik Kimia ITN Malang siap menjadi trainer Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (Foto: Istimewa)

Beberapa perguruan tinggi yang sudah kerjasama dengan Teknik Kimia
ITN Malang antara lain, Teknik Kimia Unitri, Teknik Kimia Ma Chung,
Agrobisnis Wisnuwardhana, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo,
Teknik Kimia Akprin Jogja. Dan juga membuka kesempatan bagi prodi teknik
kimia yang baru seperti  Universitas PGRI Madiun, Universitas NU
Pasuruan, dan yang terakhir dengan ITATS Surabaya.

“Jadi, sewaktu mengajukan proposal dan diumumkan memang harus
melakukan sosialisasi baik di internal maupun eksternal. Kalau di ITN
Malang kebetulan hanya Prodi Arsitektur yang belum. Dan, sudah
mengajukan, semoga lolos,” ulangnya.

Istnaeny menambahkan, dengan menjadi peserta TOT Center of Excellence
MBKM Prodi Teknik Kimia Kampus Biru bisa menjadi role model  baik dari
kurikulum maupun dalam pelaksanaan MBKM. “Dari TOT kemarin kami sangat
terbantu mendapatkan informasi dan wawasan. Tidak semua perguruan tinggi
bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ini artinya kami diberi percayaan
oleh Kemendikbud untuk mensosialisasikan Kampus Merdeka,” jelasnya.

Sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh institusi ITN Malang, Teknik
Kimia mengikuti beberapa kegiatan MBKM seperti: pertukaran mahasiswa di
lingkungan internal kampus, pertukaran mahasiswa dalam prodi yang sama
di luar kampus, dan prodi yang berbeda di luar kampus, serta magang
industri.

“Untuk magang nanti nilai akan dikonversi dan dibatasi maksimum 20
SKS. Ada beberapa perusahaan yang sudah menjadi mitra Teknik Kimia,
diantaranya PG Krebet Baru, PT Cemerlang Lingkungan Internusa di
Mojokerto, PT Naura Solusi Utama di Pasuruan,” sebutnya.

Prodi Teknik Kimia juga menjajaki mitra potensial seperti PT Kaltim
Methanol Industri (KMI) dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) yang
keduanya berada di Kalimantan Timur. PT Pabrik Gula Rafinasi di Cilegon
serta perusahaan di Gresik yang bergerak dalam bidang chemical plant
yang basisnya mengolah CPO menjadi minyak sawit.

“Kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara
langsung baik di industri maupun melalui pengalaman metode pembelajaran
di luar kampus. Harapannya, capaian pembelajaran tambahan yang mereka
peroleh akan menambah kompetensi dibandingkan mahasiswa yang hanya
mengikuti perkuliahan saja,” tandasnya. Selain Istnaeny peserta TOT dari
ITN Malang juga turut hadir Dr Nanik Astuti Rahman, ST MT dari prodi
yang sama. (me/Humas ITN Malang) Klic Monvex