Latar Belakang

Teknik Kimia merupakan cabang ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari  perancangan dan pengaturan proses industri untuk merubah sifat kimia dan fisika suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. Teknik Kimia merupakan gabungan ilmu kimia, fisika dan matematika dengan prinsip-prinsip teknik serta ilmu ekonomi. Rangkaian proses operasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga proses perubahan bahan baku menjadi produk yang diinginkan, penggunaan energi dan kehilangan bahan bisa ditekan serendah mungkin. Pemilihan jenis proses juga harus mempertimbangkan faktor keamanan, ekonomi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ilmu Teknik Kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur Teknik Kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan insinyur proses (process engineer). Selain itu, Insinyur Teknik Kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia. Dalam satu dasawarsa terakhir, perkembangan industri kimia di Indonesia berjalan dengan cepat. Dengan demikian, kebutuhan sarjana Teknik Kimia juga meningkat. Perkembangan itu juga dibarengi dengan persaingan global yang semakin ketat. Sehingga perguruan tinggi harus melakukan evaluasi dalam penyelenggaraan program pendidikannya. Lulusan Teknik Kimia harus mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan pasar yang mulai menerapkan persyaratan tenaga kerja yang berkualifikasi tinggi. Beberapa industri seperti industri minyak bumi, petrokimia, semen, makanan dan minuman, plastik, kertas, farmasi, keramik gelas, bahan kimia sangat memerlukan sarjana Teknik Kimia untuk proses operasinya.

Pendidikan Tinggi Teknik Kimia merupakan salah satu wahana untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan kompeten di bidang Teknik Kimia, sehingga mampu menjawab

tantangan yang selalu timbul dalam dinamika yang terjadi pada industri kimia. Tuntutan kemampuan di dunia kerja semakin hari semakin banyak. Para lulusan perguruan tinggi selama ini masih dianggap kurang mampu menyelesaikan masalah yang dibebankan pada mereka.

Dasar pemikiran penyusunan kurikulum  Pendidikan Tinggi di  Program Studi Teknik Kimia  adalah Peraturan Presiden No 8  tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menyatakan bahwa dalam penyusunan kurikulum merupakan hak perguruan tinggi tetapi harus mengacu kepada standart nasional ( pasal 35 ayat 1) yaitu terdapat 4 unsur antara lain capaian pembelajaran, bahan kajian , strategi pembelajran, dan sistem penilaian capaiannya.

Adapun deskripsi capaian pembelajaran didalam KKNI yaitu unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja , unsur penguasaan keilmuan serta unsur kewenangan dan tanggung jawab.

Dalam Standart Nasional Pendidikan tinggi (SN-DIKTI) capaian pembelajaran terdiri dari unsur sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.Untuk unsur sikap dan ketrampilan umum telah dirumuskan dalam SN Dikti Permen Ristek Dikti No 44 tahun 2015. Sedangkan unsur Ketrampilan khusus dan pengetahuan seyogyanya dirumuskan oleh program studi yang merupakan ciri khusus lulusan program studi

Program Studi Teknik Kimia berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang. Program Studi Teknik Kimia yang berlokasi di Kampus I ITN Malang (Jalan Bendungan Sigura-gura No.2 Malang), berdiri sejak tahun 1981. Seiring dengan perkembangan dan perbaikan yang terus dilakukan, maka  pada tahun 1985 program studi Teknik Kimia ditetapkan sebagai program studi dengan status Terdaftar, kemudian pada tahun1989 mendapatkan status Diakui. Dan pada tanggal 13 Agustus 1993 statusnya meningkat menjadi Disamakan. Pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana terus dilakukan sehingga pada tahun 1997 berhasil mendapatkan peringkat akreditasi B. Selanjutnya pada tahun 2003 program studi ini berhasil mempertahankan akreditasi B. Saat ini Program Studi Teknik

Kimia masih dapat mempertahankan Status Akreditasi B berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 1262/SK/BAN-PT/Aked/S/XII/2015.

Program Studi Teknik Kimia telah membina para lulusan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai tahun 2018, sekitar 1700 sarjana S1 berhasil dicetak dengan mutu relatif baik dan telah bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta di dalam maupun di luar negeri